Blora Usulkan 5 Ruas Jalan Strategis Masuk Program Inpres 2025

Blora (INFO MEDIA) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengajukan perbaikan lima ruas jalan strategis daerah melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025.

“Usulan ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi konektivitas wilayah sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Nidzamudin Al Hudda, saat dihubungi, Senin (11/8/2025).

Hudda menyampaikan bahwa proposal tersebut telah diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Total panjang jalan yang kami usulkan mencapai 56,82 kilometer dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp113,4 miliar. Seluruh ruas ini merupakan jalur penghubung sentra produksi pertanian, kawasan industri, dan destinasi wisata daerah,” ujarnya.

Adapun lima ruas jalan yang diusulkan, yakni:
* Jalan Cabak–Bleboh – Batas Kabupaten Bojonegoro (Jatim), Kecamatan Jiken — panjang 12,59 km, penanganan 4,87 km, estimasi anggaran Rp20,5 miliar.
* Jalan Japah–Tunjungan — panjang 10,32 km, penanganan 6,07 km, estimasi anggaran Rp28,8 miliar.
* Jalan Keser–Nglangitan–Tunjungan — panjang 8,42 km, penanganan 4,9 km, estimasi anggaran Rp28 miliar.
* Jalan Jepon–Bogorejo – Perbatasan Bojonegoro (Jatim) — panjang 15,25 km, penanganan 4,8 km, estimasi anggaran Rp20,2 miliar.
* Jalan Seso–Suko, Kecamatan Jepon — panjang 10,24 km, penanganan 4,3 km, estimasi anggaran Rp15,8 miliar.

Ia menjelaskan, kondisi kelima ruas jalan tersebut bervariasi, mulai dari lapisan perkerasan yang aus, lubang di berbagai titik, hingga kerusakan berat di lebih dari 60 persen badan jalan.

Beberapa ruas bahkan tergolong rawan kecelakaan, terutama pada musim hujan, akibat minimnya drainase serta tingginya volume angkutan hasil pertanian, peternakan, dan industri pengolahan kayu maupun mebel.

“Pekerjaan yang diusulkan tidak hanya berfokus pada perbaikan badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan drainase, pelebaran bahu jalan, perbaikan jembatan, serta penguatan lapisan perkerasan agar lebih tahan terhadap beban lalu lintas berat dan cuaca ekstrem,” terangnya.

Hudda juga memaparkan capaian sebelumnya. Pada 2023, Blora memperoleh pendanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk tiga ruas, yakni Randublatung–Getas 1 dan 2 sepanjang 9,42 km, serta Wulung–Klatak sepanjang 10,88 km, dengan total anggaran Rp100,8 miliar.

Tahun 2024, kembali diperoleh alokasi untuk ruas Getas–Perbatasan Ngawi sekaligus akses menuju Kampus UGM, sepanjang 3 km dengan anggaran Rp24 miliar.

Program Inpres Jalan Daerah merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tanpa sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

“Dengan diusulkannya lima ruas strategis ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Blora semakin lancar, distribusi logistik lebih efisien, dan daya saing ekonomi daerah meningkat. Kami berharap proses verifikasi hingga persetujuan pendanaan di Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan dapat berjalan lancar. Mohon dukungan semua pihak,” pungkas Hudda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!