INFO MEDIA, BLORA – Kabupaten Blora Jawa Tengah mencatatkan kinerja ekspor yang menggembirakan pada triwulan pertama tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) setempat, total nilai ekspor hingga 20 Juni 2025 mencapai USD 795.809 atau setara Rp13,06 miliar (kurs Rp16.413,81 per USD).
“Nilai tersebut mencerminkan potensi besar sektor UMKM Blora dalam menembus pasar ekspor global. Data triwulan kedua saat ini masih dalam proses rekapitulasi,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Siti Mas’amah, Kamis (10/7/2025) diruang kerjanya.
Tiga komoditas unggulan menjadi penopang utama kinerja ekspor daerah, yakni furniture berbahan kayu jati, briket arang dari batok kelapa, serta produk olahan daun kelor. Ketiganya menunjukkan tren permintaan yang meningkat dari sejumlah negara mitra dagang.
Produk olahan daun kelor mencatatkan performa impresif, khususnya di pasar Malaysia, berkat kegunaannya di sektor kesehatan, kecantikan, dan suplemen herbal.
“Produk kelor menjadi primadona baru karena multifungsi dan bernilai tambah tinggi,” ujar Siti.
Briket arang dari batok kelapa juga menunjukkan daya saing kuat di pasar internasional. Komoditas ini diekspor ke Lebanon, kawasan Eropa, Dubai, Kanada, Amerika Serikat, serta negara-negara Asia seperti India.
Briket digunakan untuk keperluan rumah tangga, industri makanan, hingga bahan bakar rokok.
Sementara itu, sektor mebel jati asal Blora berhasil menembus pasar ekspor utama seperti Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, Italia, Arab Saudi, dan beberapa negara Timur Tengah.
“Ini menunjukkan bahwa produk UMKM Blora mampu bersaing secara global, tidak hanya di Asia, tetapi juga di pasar Eropa dan Amerika,” lanjutnya.
Dindagkop UKM Blora menilai pencapaian ini sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus bukti bahwa pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan potensi sumber daya daerah secara berkelanjutan dapat mendorong kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional. (Itan).
