Angka Kecelakaan di Blora Menurun, Satlantas Fokus Tangani Dua Titik Rawan

Satlantas Polres Blora saat sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.

Blora (INFO MEDIA) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data dari Integrated Safety Management System (ISMS), sejak Januari hingga September 2025 tercatat 377 kejadian kecelakaan dengan 67 korban meninggal dunia dan 641 orang mengalami luka ringan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo, menyebutkan bahwa angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, Januari sampai September 2024 terjadi 386 kejadian dengan 71 korban meninggal dunia. Jadi di tahun ini menurun sekitar 5 persen,” ujar Ipda Eko saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/10/2025).

Menurutnya, sebagian besar korban kecelakaan merupakan kalangan usia produktif, yakni antara 15 hingga 21 tahun, dan mayoritas berprofesi sebagai pekerja swasta. Adapun lokasi kejadian terbanyak tercatat di wilayah Kecamatan Blora Kota.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo
Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Blora terus menggandeng berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan dan Jasa Marga, dalam melakukan langkah-langkah pencegahan di titik-titik rawan atau black spot.

“Kami selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait pemasangan rambu-rambu dan spanduk imbauan di titik rawan laka. Dari catatan kami, tahun 2024 sampai 2025 ada lima titik black spot, namun pada Oktober 2025 menurun menjadi dua titik,” ungkapnya.

Dua titik rawan kecelakaan yang saat ini masih menjadi perhatian utama Satlantas Polres Blora yaitu jalur Blora–Cepu di Kecamatan Sambong dan jalur Blora–Rembang di area Medang. Pihak kepolisian telah memasang spanduk peringatan dan rambu tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan di lokasi tersebut.

Ipda Eko mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara.

“Sebelum berkendara, pastikan kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya. Periksa kondisi teknis seperti rem, lampu, spion, dan helm,” pesannya.

Ia menjelaskan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas dipicu oleh empat faktor utama, yakni human error, gangguan mesin (engine error), penggunaan handphone saat berkendara, serta kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau mengantuk, sebaiknya menepi. Jika hujan deras dan jarak pandang terbatas, tunda perjalanan sampai cuaca membaik,” imbau Ipda Eko.

Menutup keterangannya, ia menegaskan komitmen Satlantas Polres Blora untuk terus menekan angka kecelakaan serta menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Untuk warga Blora yang kami cintai, tetap patuhi tata tertib berlalu lintas, sopan dan santun di jalan, karena keselamatan adalah kebutuhan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!