Blora (Info Media) — Sebanyak 80 siswa TK Pertiwi 2 Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, segera menikmati fasilitas belajar yang lebih layak setelah sekolah tersebut mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp1,008 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Bantuan revitalisasi tahap II dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini tersebut digunakan untuk membangun dua ruang kelas baru, merehabilitasi satu ruang kelas lama, serta menata lingkungan sekolah.
Kepala TK Pertiwi 2 Jiken, Sri Suwabtiningsih, mengatakan saat ini sekolah memiliki sekitar 80 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi sekitar 15 hingga 16 anak.
Namun, jumlah siswa tersebut sebelumnya belum didukung ketersediaan ruang kelas yang memadai. Sekolah hanya memiliki dua gedung, salah satunya mengalami keretakan hingga membelah bangunan.
“Gedung yang berdiri sejak 2008 itu sudah ada retakan yang membelah, sehingga membahayakan siswa. Satu gedung lainnya masih bagus, tetapi belum ada plafon sehingga terasa panas saat musim kemarau,” kata Sri, di lokasi, Kamis (8/10/2026).
Keterbatasan ruang tersebut membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman. Untuk menampung siswa, pihak sekolah terpaksa membagi ruang kelas menggunakan sekat sehingga ruangan terasa sempit.
“Dulu hanya ada dua ruang kelas dengan sistem sekat. Kalau satu ruangan dibagi dua, tentu menjadi sempit,” ujarnya.
Sri menjelaskan, sekolah mendapatkan bantuan revitalisasi setelah melaporkan kondisi bangunan dan keterbatasan ruang melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Melalui program tersebut, sekolah akan memiliki tiga gedung dengan total lima ruang kelas bersekat permanen setelah pembangunan dua ruang kelas baru dan rehabilitasi satu ruang kelas lama selesai.
Selain ruang kelas, pekerjaan revitalisasi juga mencakup pembangunan ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), penyediaan fasilitas sanitasi, penataan lingkungan, serta pengadaan alat permainan edukatif (APE).
Area bermain anak akan dipusatkan di satu lokasi menyerupai taman agar lebih tertata. Sementara itu, area yang sebelumnya digunakan untuk bermain akan dialihfungsikan menjadi tempat parkir guru.
“Area bermain kita fokuskan di satu tempat supaya lebih rapi. Nantinya ada pohon mangga sebagai peneduh,” jelasnya.
Penataan lingkungan juga dilakukan untuk mengantisipasi genangan air. Selama ini, aliran air hujan melewati bagian belakang gedung sekolah dan berpotensi menggenangi lingkungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pelaksana proyek membuat saluran air berukuran besar. Sekolah juga mendapat fasilitas penyediaan air dan keran yang bersumber dari jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM).
Sri berharap, penambahan ruang kelas dan pembenahan lingkungan sekolah dapat membuat siswa lebih nyaman mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selama pembangunan berlangsung, pihaknya mengatur penempatan siswa secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi bangunan dan petunjuk teknis.
Sementara itu, mandor proyek, Mulyadi, mengatakan progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan tersebut melibatkan sekitar 20 pekerja, yang sebagian besar merupakan warga setempat.
“Sebagian besar pekerja warga setempat, sedangkan tenaga dari luar daerah juga didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja,” katanya.
Ia menjelaskan, ruang kelas baru berukuran 6 x 8 meter, sedangkan ruang UKS berukuran 3 x 8 meter. Untuk menjaga keamanan material, bahan bangunan disimpan di gudang milik desa setelah pihak pelaksana berkoordinasi dengan kepala desa.
Salah seorang wali murid, Sri Wahyuning, menyambut baik pembangunan tersebut. Ia mengaku telah dua kali menyekolahkan anaknya di TK Pertiwi 2 Jiken.
Menurut dia, keterbatasan ruang sebelumnya membuat kegiatan belajar terasa sesak. Bahkan, seragam anaknya sering basah oleh keringat saat pulang sekolah.
“Senang sekolahnya sekarang jadi besar. Anak-anak tidak lagi umpel-umpelan. Dulu anak pertama saya bahkan pernah belajar di teras,” ungkapnya.
Ia berharap, fasilitas baru tersebut dapat memberikan ruang belajar yang lebih nyaman sekaligus menyediakan area bermain yang aman untuk mendukung kreativitas dan tumbuh kembang anak.
