Blora (Info Media) — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berjalan baik hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Hal itu disampaikan Edy saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) PDI Perjuangan di daerah pemilihan (dapil) IV yang digelar di Lapangan Todanan, Kecamatan Todanan, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.146 kader dari tiga kecamatan yang masuk Dapil IV, yakni Todanan, Kunduran, dan Japah.
Berdasarkan data panitia, Kecamatan Kunduran menjadi wilayah dengan jumlah kader terbanyak, yakni 469 orang, disusul Todanan sebanyak 432 orang dan Japah 245 orang.
Edy menilai kemampuan PDI Perjuangan mengonsolidasikan struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting menunjukkan kekuatan organisasi partai di Kabupaten Blora.
“Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan di Kabupaten Blora konsolidasi organisasinya berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut dia, tidak mudah bagi sebuah partai politik untuk membangun dan mengelola struktur organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting, kemudian mengumpulkan kader dalam kegiatan konsolidasi secara besar.
Karena itu, ia mengapresiasi para kader yang bersedia menjadi pengurus ranting dan anak ranting PDI Perjuangan.
“Saya mengucapkan terima kasih Bapak-Ibu sekalian yang mau bersedia untuk menjadi pengurus ranting dan anak ranting,” ujarnya.
Edy bahkan meyakini kekuatan struktur dan soliditas kader tersebut dapat membawa PDI Perjuangan menjadi partai nomor satu di Kabupaten Blora.
“Kalau hari ini melihat pasukan PDI Perjuangan seperti ini, saya meyakini ke depan PDI Perjuangan Blora akan menjadi partai nomor satu di Kabupaten Blora,” katanya.
Ia mengatakan kekuatan partai politik menjadi salah satu unsur penting dalam membangun daerah. Karena itu, keberadaan ribuan kader yang terorganisasi harus dikelola dengan baik.
Edy menyebut jumlah pengurus ranting dan anak ranting PDI Perjuangan di Blora mencapai sekitar 7.000 orang. Jumlah tersebut, kata dia, membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengelola sekaligus mengayomi seluruh kader.
“7.000 orang ini harus dikelola dengan baik. Kalau tidak memiliki karakter yang tangguh, itu susah,” katanya.
Ia berpesan agar para kader memiliki karakter tangguh, rajin turun ke bawah, tidak mudah lelah, serta mampu hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Menurut Edy, kader PDI Perjuangan juga harus memiliki watak “ngayomi”, yakni mampu memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat.
Selain mengayomi, kader harus mampu “ngayani” atau memberikan manfaat nyata bagi orang lain, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu.
“Yang terakhir perlu bisa ngayani, membuat orang lain lebih baik dan sejahtera. Bisa membantu, bisa menolong orang lain, bisa mengentaskan kaum marhaen dan kaum miskin,” ujarnya.
Ia menegaskan semangat tersebut harus menjadi bagian dari perjuangan PDI Perjuangan untuk memperkuat masyarakat kecil serta mendorong pembangunan melalui gotong royong.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita Nugrahanto mengapresiasi antusiasme kader dalam mengikuti konsolidasi Dapil IV.
Ia berharap semangat kader dari Kecamatan Todanan, Kunduran, dan Japah tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memenangkan PDI Perjuangan di wilayah tersebut.
“Semoga kita semua dapat membawa atau memenangkan PDI Perjuangan di Dapil IV,” katanya.
Kegiatan konsolidasi Dapil IV tersebut juga menjadi momentum perayaan ulang tahun ke-38 Andita Nugrahanto. Para kader memberikan kejutan ulang tahun kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Blora tersebut di sela kegiatan.
Andita mengapresiasi kejutan tersebut dan menyebut perayaan ulang tahun di hadapan ribuan kader menjadi pengalaman yang berkesan.
Konsolidasi Dapil IV merupakan bagian dari rangkaian penguatan struktur PDI Perjuangan di Kabupaten Blora.
Sebelumnya, konsolidasi Dapil I yang meliputi Kecamatan Blora, Jepon, Jiken, dan Bogorejo diikuti 1.388 kader.
Adapun konsolidasi Dapil V yang meliputi Kecamatan Tunjungan, Banjarejo, dan Ngawen telah digelar di Lapangan Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Minggu (6/9/2026), dengan jumlah peserta 1.132 kader.
