Blora (INFO MEDIA) – Ketua DPRD Blora, Mustopa menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh arah kebijakan RAPBD 2026 yang dipaparkan Bupati.
Menurutnya, tema “Pemantapan Kabupaten Blora sebagai Kawasan Swasembada Pangan” sejalan dengan aspirasi masyarakat serta potensi unggulan daerah.
“DPRD siap membahas RAPBD 2026 ini secara komprehensif bersama eksekutif. Harapannya, anggaran yang disusun benar-benar fokus pada program prioritas yang menyentuh kebutuhan rakyat, mulai dari penguatan sektor pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur,” ujar Mustopa.
Ia juga menegaskan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal agar pelaksanaan APBD nantinya tepat sasaran dan akuntabel.
“Kami ingin setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Blora,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 disusun untuk mengakselerasi visi “Pemantapan Kabupaten Blora sebagai Kawasan Swasembada Pangan.”
Dalam RAPBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp2,18 triliun dengan belanja daerah mencapai Rp2,16 triliun. Menurut Bupati, APBD tersebut diharapkan mampu menjadi pengungkit daya saing ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan penyediaan sarana dan prasarana dasar.
“Tema pembangunan ini sesuai dengan RPJMD 2025–2029. Kami ingin memastikan RAPBD 2026 benar-benar mendukung arah pembangunan Blora menuju kabupaten swasembada pangan,” tegas Bupati Arief Rohman saat Rapat Paripurna DPRD Blora dengan agenda penyampaian RAPBD 2026 di Blora, Kamis.
Bupati menambahkan, tema pembangunan tersebut akan diterjemahkan ke dalam lima prioritas pembangunan daerah, meliputi pemantapan daya saing ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan publik, pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, dan optimalisasi tata kelola pemerintahan daerah.
