Speling Jadi Solusi Akses Kesehatan, 1.500 Warga Blora Sudah Terlayani

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora Jawa Tengah, Edi Widayat saat ditemui diruang kerjanya. Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora Jawa Tengah, Edi Widayat saat ditemui diruang kerjanya.

Blora (INFO MEDIA) – Akses layanan kesehatan di Kabupaten Blora kini semakin terbantu dengan hadirnya program Speling (Spesialis Keliling) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Program ini menghadirkan minimal tiga dokter spesialis yang turun langsung ke desa-desa, yaitu dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn), anak, serta kejiwaan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora Edi Widayat menjelaskan masyarakat yang menjadi sasaran layanan rata-rata mencapai 100–150 orang per lokasi. Blora sendiri mendapat jatah pelaksanaan program di 41 desa dari total 291 desa/kelurahan.

Program Speling mulai berjalan sejak Mei 2025 dan akan berlanjut hingga Desember 2025 dengan melibatkan seluruh rumah sakit, puskesmas, serta puskesmas pembantu baik negeri maupun swasta.

“Kami dari provinsi didampingi RS Moewardi Solo. Misalnya hari ini di Kecamatan Bogorejo, yang mendampingi adalah RSUD dr. R. Soetijono Blora, sedangkan kemarin di Kecamatan Kunduran didampingi PKU Muhammadiyah Blora. Kami berbagi peran, desa menyediakan lokasi dan target sasaran, sementara dinas kesehatan serta rumah sakit menurunkan dokter spesialis lengkap dengan peralatan medis,” jelas Edi, diruang kerjanya, Senin (1/9/2025).

Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi, terlihat dari rata-rata kunjungan yang selalu melebihi 100 orang per hari. Jika ditemukan kasus yang tidak bisa ditangani di lokasi, pasien tetap akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Menurut Edi, kehadiran dokter spesialis keliling menjadi solusi nyata bagi masyarakat Blora yang selama ini harus pergi ke kota besar seperti Solo atau Semarang untuk mendapatkan layanan lanjutan.

“Dengan adanya program ini, sebagian besar tindakan medis bisa dilakukan di Blora. Jenis layanan spesialis yang hadir di antaranya obgyn, penyakit dalam, dan jiwa. Mereka datang bergiliran untuk memberikan konsultasi hingga tindakan medis sederhana,” terangnya.

Hingga awal September 2025, program Speling telah dilaksanakan di 13 desa dengan jumlah warga yang sudah mendapatkan layanan mencapai 1.566 orang. Dinas Kesehatan Blora mengerahkan 26 puskesmas dan 53 puskesmas pembantu yang siap melayani masyarakat 24 jam.

Program Speling diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien keluar daerah sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!