Pati (Info Media) — Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memastikan pasien yatim piatu bernama Rifki (22), warga Kecamatan Gabus yang mengalami radang otak, tetap mendapatkan penanganan medis di RSUD RAA Soewondo Pati meskipun memiliki KTP Blitar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan hal tersebut saat menjenguk pasien di RSUD RAA Soewondo Pati, Selasa (20/10/2026). Ia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengupayakan rujukan ke rumah sakit lain apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan.
“Walaupun seperti itu, tetap kita tangani,” kata Chandra.
Ia menjelaskan, kondisi pasien tergolong berat karena peradangan yang dialaminya telah berlangsung cukup lama dan menjalar ke otak. Saat ini, tim medis masih melakukan observasi untuk memantau perkembangan kondisi pasien sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Radang otaknya sudah lumayan besar. Semoga bisa ditangani di Rumah Sakit Soewondo. Kalau tidak bisa, nanti kita rujuk ke Rumah Sakit Kariadi,” ujarnya.
Rifki diketahui memiliki KTP Blitar setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia kemudian tinggal bersama neneknya di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Informasi mengenai kondisi pasien tersebut diterima Chandra setelah adanya laporan dari warga.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD RAA Soewondo Pati mengatakan kondisi pasien masih stagnan dan belum sadarkan diri. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya serta mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang diberikan.
“Pasien mulai tidak sadarkan diri ketika berada di rumah neneknya di Pati. Saat ini, kami terus memantau kondisinya dan mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang diberikan,” katanya.
Pihak rumah sakit akan mengupayakan rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang apabila kondisi pasien belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Rifki diketahui tidak bekerja dan sudah tidak bersekolah. Pemerintah Kabupaten Pati memastikan penanganan medis tetap diupayakan sesuai kebutuhan pasien dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatannya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati, serta Plt. Direktur RSUD RAA Soewondo Pati.
