Dugaan Dana Saksi Untuk Nembak, Pengurus PD Golkar Siap Mundur

BLORA, INFO MEDIA – Karena kecewa dan merasa dipermalukan oleh Calon Legislatif (Caleg) Golkar Dapil V (Banjarejo, Tunjungan dan Ngawen) para PD (Pengurus Desa) Partai Golkar Tunjungan akan mengundurkan diri.

Dua alasan para PD Golkar Tunjungan untuk keluar dari kepengurusan Golkar adalah yang pertama karena PD tidak ‘diuwongke/tidak di manusiakan’, dimana caleg yang sudah niat di dukung, tiba-tiba meninggalkan para PD.

Yang kedua PD merasa malu, karena uang saksi yang seharusnya sudah dicairkan sebelum coblosan, tidak diberikan penuh sampai selesai coblosan pada Pemilu 2024 beberapa waktu lalu.

“Karena merasa dipermalukan dan tidak dihargai, para PD sepakat akan mengundurkan diri,” jelas Sutisna, PD Partai Golkar, Desa Tambahrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, belum lama ini di Blora.

Bersama Sudarmin, PD Desa Sitirejo, Rasman PD Desa Gempolrejo, Bayu PD Desa Tamanrejo, Zaenudin PD Desa Kalangan, Andhim (linggis) PD Desa Sukorejo, kepada awak media, Tisna mengatakan caleg Partai Golkar yang disebut menjadi penyebab ketidaksolidan partai Golkar Tunjungan adalah SE asal Ngawen.

Arogan dan ‘Sok Kuasa’

Bayu PD Golkar Desa Tamanrejo, mengatakan bahwa dirinya bersma PD Golkar yang lain, awalnya sangat berat hati saat diminta untuk memback up SE, karena dari Tunjungan sendiri ada caleg yang juga digadang- gadang bisa all out mendulang suara.

“Karena sejak awal, pembagian Dapil, sudah ada komitmen, para PD diminta mendukung caleg dari masing-masing kecamatan asal caleg,” ungkapnya.

Tapi dengan menggunakan ‘kekuasaan’ DPD, SE menjadikan para PD dan saksi menjadi sebet dan tim suksesnya.

Sampai di sini sebenarnya PD masih bisa memaklumi. Tapi beberapa menjelang coblosan, para PD itu tidak dilibatkan oleh SE untuk mengawal suaranya. Dia malah menggunakan saudaranya untuk mengurusi logistiknya (SE, red).

“Dan yang lebih nyesek lagi, uang saksi yang sudah perintahkan oleh DPP untuk diserahkan sebelum pemungutan suara, tidak diberikan sepenuhnya. Ada yang hanya diberikan Rp. 50 ribu atau Rp 100 ribu,” jelas Bayu.

Karena tidak diberikan suami haknya, menyebabkan para PD dan saksi merasa dipermainkan, sehingga mereka enggan bertugas di TPS.

Keempat desa yang TPSnya tidak ada saksinya adalah Desa Tambahrejo, Tamanrejo, Sitirejo dan Desa Gempolrejo.

Terpisah salah satu sumber yang enggan disebutkan mengatakan bahwa selain para PD, beberapa caleg partai Golkar Dapil Tunjungan juga dibuat kecewa dan merasa dipermalukan karena sikap arogansi dan gelap mata (SE) dalam mengejar target suara dari dapil Tunjungan.

Bahkan salah satu caleg Dapil V asal Ngawen, sempat emosi dan mau membakar C-1. Tapi emosi caleg tersebut bisa diredam oleh PK Golkar Tunjungan.

C-I Dibawa Pulang

Arogansi SE, menurut sumber di internal Golkar Blora, tidak hanya perlakuannya pada PD dan saksi TPS yang didholimi, tapi juga gaya dan perilakunya yang seolah punya ‘kuasa’ besar di Golkar Blora.

Tindakan yang menunjukan arogansinya adalah saat SE membawa pulang dokumen C-1.

“Seharusnya C-1 itu kan disimpan di DPD, sehingga kalau ada caleg lain untuk mengecek data perolehan suara mendapat datanya mudah. Tapi kenapa kok malah data dibawa pulang,” terang sumber di Golkar yang minta tak disebut namanya.

Perihal kisruh soal dana saksi yang belum beres dan sikap caleg arogan dari Dapil V, membuat para kader dan caleg caleg Golkar di Dapil V kecewa dan merasa prihatin.

Terlebih caleg tersebut merupakan sosok yang seharusnya panutan dan teladan, karena dia istri ketua partai.

“Tapi di lapangan kok dia malah menciderai komitmen dan merusak keloyalan kader,” jelas Sudarmin, Ketua PD Partai Golkar Sitirejo.

Terpisah, SE saat dimintai keterangan terkait hal itu melalui aplikasi berbayar mengatakan semoga jenengan dan semuanya sehat dan penuh keberkahan.

Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Tunjungan Widi S mengatakan bahwa hal itu tidaklah benar.

Ia menambahkan bahwa dana saksi yang dibawa Badan Saksi Nasional (BSN) kecamatan sudah dirapatkan pencairannya sebelumnya.

“Dana saksi untuk nembak, nggak benar mas dan sudah dirapatkan pencairannya,” pungkasnya. (Gun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *